Bupati Sujiwo Geram, Nilai Penolakan UMKM oleh Ritel dan Perbankan Bentuk Penghinaan Terhadap Rakyat

Editor: Redaksi author photo

 Bupati Sujiwo Geram, Nilai Penolakan UMKM oleh Ritel dan Perbankan Bentuk Penghinaan Terhadap Rakyat

KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA
)  – Bupati Kubu Raya Sujiwo meluapkan kekecewaannya terhadap sikap sejumlah pihak yang menolak pelaku UMKM berjualan secara mendadak, padahal para pedagang telah menyiapkan makanan dan siap beraktivitas. Penolakan tersebut disebutnya sebagai bentuk ketidakberpihakan bahkan penghinaan terhadap rakyat kecil. (21/12/2025).


“Saya sangat kecewa. UMKM sudah masak, sudah siap jualan, lalu dibatalkan mendadak. Ini bukan sekadar soal teknis, ini soal rasa kemanusiaan dan keberpihakan kepada rakyat,” tegas Sujiwo saat turun langsung ke lokasi, Minggu malam.


Menurut Sujiwo, penolakan datang dari sejumlah pihak, termasuk ritel modern dan lembaga perbankan, meski para pelaku UMKM hanya menggunakan sekitar 2 - 3 tenda di pinggir area dan dipastikan tidak mengganggu parkir maupun aktivitas usaha utama.


Sebagai bentuk tanggung jawab, Sujiwo bersama pemerintah desa, Koperasi Desa Merah Putih, dan masyarakat bergerak cepat mencarikan solusi. Alhasil, pelaku UMKM yang sempat tertolak akhirnya dapat berjualan di halaman Masjid Darunnajah dengan dukungan penuh dari pengurus masjid.


“Kalau tidak ada solusi, kasihan rakyat. Mereka sudah keluar modal, sudah masak semua. Terima kasih kepada pengurus Masjid Darunnajah yang mau membantu,” ujarnya.


Sujiwo menegaskan, pemerintah daerah tidak anti investasi, namun investasi yang masuk ke Kubu Raya harus berpihak dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia mengingatkan bahwa ritel modern memiliki kewajiban mendukung UMKM sesuai regulasi yang berlaku.


“Saya akan evaluasi Indomaret dan Alfamart. Kalau kajian kami memungkinkan, izin mereka bisa saja tidak diperpanjang. Kita bisa dorong koperasi desa membangun usaha serupa yang lebih berpihak kepada rakyat,” tegasnya.


Ia juga menyoroti sikap GT Radial Daya Motor salah satu pelaku usaha yang sebelumnya diberi toleransi untuk tidak dibongkar karena berjanji meminjamkan area bagi UMKM, namun justru membatalkan secara sepihak pada dini hari.


“Kemarin kita toleransi karena katanya mau membantu UMKM. Tapi malam ini dibatalkan jam dua pagi saat UMKM sudah masak. Itu namanya tidak tulus,” kata Sujiwo.


Bupati Sujiwo memastikan pemerintah daerah akan berdiri di depan membela UMKM dan masyarakat kecil, serta tidak ragu mengambil langkah tegas terhadap pihak-pihak yang dinilai tidak berpihak kepada kepentingan rakyat.(cc)

Editor : Aan

Share:
Komentar

Berita Terkini