KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) — Kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Pangan RI ke Kabupaten Kubu Raya hari ini menjadi momentum penting bagi percepatan pembangunan daerah. 
Kunker Menko Pangan, Sujiwo Tekankan Pentingnya Kolaborasi Genjot Pembangunan Kubu Raya
Bupati Kubu Raya Sujiwo mengungkapkan bahwa dalam pertemuan tersebut ia banyak berdiskusi secara mendalam mengenai strategi pembangunan yang tengah berjalan maupun yang segera dipercepat. (23/11/2025).
Menurut Bupati Sujiwo, Menko Pangan RI ternyata mengikuti secara langsung berbagai perkembangan pembangunan di Kubu Raya, termasuk dinamika kerja pemerintah daerah. Ia menyampaikan bahwa salah satu kunci progres pembangunan yang kini dirasakan adalah sikap keterbukaan dan hilangnya sekat-sekat perbedaan politik.
“Beliau juga memonitor pergerakan saya. Saya hilangkan segala perbedaan warna. Alhamdulillah, dengan cara membuka diri, sekarang lintas partai politik berbondong-bondong membantu kita,” ujar Sujiwo.
Bupati mencontohkan dukungan lintas parpol tersebut mulai dari Lasarus, Boyman Harun hingga Yuliansyah (Gerindra), serta Syarif Abdullah (NasDem). Dukungan dari berbagai warna politik merah, biru, dongker menurutnya menjadi energi besar untuk percepatan pembangunan daerah.
Selain dukungan politik, pemerintah daerah juga terus menjalin komunikasi intens dengan berbagai kementerian. Sujiwo menyebut beberapa kementerian yang rutin ia datangi untuk memperkuat program daerah, seperti PUPR, Kementerian Perumahan dan Permukiman, hingga BNPB.
Ia juga menyinggung tantangan fiskal yang dihadapi daerah. Meski tahun depan terdapat pemangkasan TKD sebesar Rp334 miliar, kondisi keuangan Kabupaten Kubu Raya tetap dalam keadaan sehat dan mampu menopang program infrastruktur.
“Teman-teman media bisa lihat bagaimana Kubu Raya saat ada Inpres 01 kemarin, efisiensi tetap jalan. Tahun depan kita mengalami pemangkasan 334 miliar dari TKD, tapi kita masih sangat sehat filenya. Program-program infrastrukturnya tetap bisa kita jalankan,” tegasnya.
Menurut Sujiwo, kekuatan utama pembangunan Kubu Raya tidak hanya berasal dari kerja birokrasi, melainkan juga dari doa masyarakat serta pertolongan Tuhan yang menggerakkan hati para pemimpin nasional mulai dari menteri, wakil menteri, hingga anggota DPR RI untuk ikut membantu daerah.
Karena itu, ia mengajak seluruh jajarannya untuk terus menjunjung tinggi kebersamaan dan menghargai keberagaman politik demi kepentingan pembangunan.
“Kalau kita hanya terpaku pada satu warna, kita akan mengalami kesusahan. Kita harus menghargai semua warna-warni untuk membangun Kabupaten Kubu Raya ini,” tutup Bupati Sujiwo.
Berita ini menggambarkan bahwa kolaborasi, keterbukaan, dan sinergi lintas sektor kini menjadi modal utama Kubu Raya dalam menjaga stabilitas pembangunan di tengah tantangan nasional. (Tim Liputan)
Editor : Aan