![]() |
| Staf Ahli Bupati Kubu Raya Drs. Arianto, M.Si, |
Bupati Kubu Raya yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati, Drs. Arianto, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangganya atas terselenggaranya kegiatan ini di wilayah yang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan di Kalimantan Barat.
"Alhamdulillah, hari ini kita berkumpul bukan sebagai pejabat dan rakyat, tapi sebagai satu keluarga besar yang bergotong royong memikirkan masa depan lumbung pangan dan periuk nasi kita bersama," ujarnya.
Dalam sambutan Bupati Kubu Raya Sujiwo yang di sampaikan oleh Staf Ahli Drs. Arianto, M.Si, mengingatkan bahwa perubahan iklim adalah tantangan nyata yang harus dihadapi secara cerdas. Ia menekankan pentingnya literasi iklim, yakni kemampuan untuk memahami dan memanfaatkan informasi cuaca dan iklim sebagai dasar pengambilan keputusan dalam bertani.
"Semangat saja tidak cukup. Kita harus lebih pintar dari cuaca. Untungnya, kita kedatangan guru dari BMKG yang membawa oleh-oleh paling berharga: ilmu pengetahuan," katanya.
Bupati Kubu Raya Sujiwo juga memberikan arahan langsung kepada Dinas Pertanian dan para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) untuk mendampingi petani secara berkelanjutan pasca pelatihan ini. Ia berharap para petani yang mengikuti pelatihan tidak hanya menyimpan ilmu untuk diri sendiri, melainkan menyebarkannya kepada masyarakat sekitar.
"Kalian adalah harapan kita semua. Tolong, jangan pelit ilmu. Jadikan obrolan warung kopi dan kelompok tani sebagai tempat berbagi ilmu," pesannya.
Tak lupa, ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada BMKG yang telah memilih Kubu Raya sebagai lokasi pelaksanaan SLI Tematik. Ia menyebut Kabupaten Kubu Raya siap menjadi "laboratorium sosial" untuk menyukseskan program literasi iklim demi ketahanan pangan nasional.
Kegiatan ini diikuti oleh para petani, penyuluh, serta jajaran pemerintah daerah yang terlibat langsung dalam sektor pertanian. SLI Tematik merupakan salah satu program unggulan BMKG dalam menyosialisasikan pemahaman iklim secara ilmiah namun aplikatif kepada petani, sehingga mereka mampu mengelola risiko iklim dengan lebih bijak dan produktif.
Melalui kolaborasi antara BMKG, DPR RI, dan Pemerintah Daerah, diharapkan kegiatan ini mampu memperkuat daya tahan pertanian di Kubu Raya menghadapi ketidakpastian iklim. (Tim Liputan)
Editor : Aan
