BMKG Gelar Sekolah Lapang Iklim Tematik di Kubu Raya, Dorong Ketahanan Pangan Kalimantan Barat

Editor: Redaksi author photo

BMKG Gelar Sekolah Lapang Iklim Tematik di Kubu Raya, Dorong Ketahanan Pangan Kalimantan Barat
KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA ) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Kalimantan Barat menyelenggarakan kegiatan Sekolah Lapang Iklim (SLI) Tematik di Desa Sungai Kakap, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Sabtu (2/8/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan literasi iklim di kalangan petani dan penyuluh dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.


Kegiatan SLI Tematik tahun 2025 ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Anggota Komisi V DPR RI Bapak Yuliansyah, S.E., Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Barat  H. Nofal Nofiendra, S.H., serta Bupati Kubu Raya yang diwakili oleh Staf Ahli, Drs. Arianto, M.Si. Hadir pula Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kubu Raya  Awalludin, S.P., Kepala UPT Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalbar  Suyatno, S.P., M.Sos., serta Plt. Kepala Stasiun Klimatologi Kalbar  Idrus, S.E. Kehadiran mereka menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendukung program adaptasi iklim di sektor pertanian.


Direktur Layanan Iklim Terapan BMKG, Marjuki, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa SLI merupakan wujud nyata komitmen BMKG dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui edukasi berbasis informasi iklim.


"SLI kami selenggarakan sebagai jembatan untuk menerjemahkan informasi iklim yang teknis menjadi panduan praktis yang mudah dipahami dan diterapkan di lapangan," ujarnya.


Dengan mengusung tema “Penguatan Literasi Iklim untuk Mendukung Ketahanan Pangan Kalimantan Barat”, kegiatan ini dirancang khusus bagi para petani, penyuluh, POPT, dan pemangku kepentingan di sektor pertanian. Marjuki menekankan bahwa perubahan iklim bukan lagi ancaman masa depan, tetapi tantangan nyata yang sudah dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama di sektor pertanian.


"Pola curah hujan yang tidak menentu, pergeseran musim tanam, hingga meningkatnya risiko serangan hama adalah contoh nyata dampak perubahan iklim," lanjutnya.


Melalui SLI Tematik, peserta dibekali kemampuan untuk memahami prakiraan cuaca dan iklim, merencanakan musim tanam secara presisi, serta mengelola risiko gagal panen dan efisiensi air. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi ruang kolaboratif dalam merumuskan strategi adaptasi iklim yang paling efektif di tingkat lokal.


Dalam kesempatan itu, Marjuki menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan, termasuk Anggota Komisi V DPR RI Yuliansyah, Wakil Ketua DPRD Kalbar H. Nofal Nofiendra, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kubu Raya, UPT Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalbar, serta jajaran Stasiun Klimatologi Kalbar.


"Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta atas antusiasme dan semangat belajarnya. Kehadiran Bapak dan Ibu adalah bukti nyata adanya kemauan untuk beradaptasi dan maju," ungkapnya.


Ia berharap kegiatan ini membawa manfaat nyata dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani di Kalimantan Barat, serta menjadi fondasi kuat dalam menghadapi tantangan iklim ke depan. (Tim Liputan)

Editor : Aan

Share:
Komentar

Berita Terkini