
University of Technology Sydney luncurkan Centre for Climate Risk and Resilience
KALBARNEWS.CO.ID (SYDNEY) --
Bertekad membantu pelaku bisnis menghadapi risiko fisik dan transisi yang
berkaitan dengan perubahan iklim, Centre for Climate Risk and Resilience (CCRR)
ingin menjadi pemimpin global yang menghasilkan riset berdampak positif demi
melindungi ekosistem dan komunitas lokal. (19 Februari 2024).
Dipimpin Guru Besar Luar Biasa Martina Linnenluecke, pakar ternama di bidang perubahan iklim, pembiayaan lingkungan hidup, dan isu keberlanjutan, CCRR berada dalam naungan UTS Business School.
CCRR ingin
memfasilitasi ilmu pengetahuan dan tindakan nyata. CCRR juga berkomitmen
menyediakan riset berbasiskan bukti, edukasi, dan panduan bagi pengambil
kebijakan, pemimpin bisnis, dan komunitas. Di sisi lain, CCRR akan membina
kolaborasi guna mendekarbonisasi perekonomian dan mewujudkan kesehatan
lingkungan hidup.
Setelah perubahan iklim dunia muncul sebagai ancaman
eksistensial, CCRR mengenali peran penting pelaku bisnis dalam transisi menuju
ekonomi rendah karbon. Laporan terbaru Intergovernmental Panel on Climate
Change mengemukakan, perubahan cepat dan berskala luas harus terjadi demi
menangani berbagai dampak negatif terhadap atmosfer, laut, kriosfer, dan
biosfer.
CCRR sejalan dengan misi UTS Business School sebagai
lembaga yang berkomitmen sosial dalam membina inovasi, isu keberlanjutan, dan
kemakmuran di dunia yang lebih adil. Maka, CCRR berfokus pada:
1. Adaptasi dan
Resiliensi: Mengkaji cara berbagai organisasi dan komunitas dalam
merespons tantangan perubahan iklim, mengutamakan solusi berbasiskan alam.
2. Dekarbonisasi: Mengidentifikasi
strategi dan teknologi dekarbonisasi untuk sektor dan wilayah yang
berbeda-beda.
3. Pendanaan
Berkelanjutan (Sustainable Finance): Menyelidiki cara
pelaku industri finansial berhadapan dengan tantangan sosial dan lingkungan
hidup, mendukung adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.
4. Analisis Iklim: Menyediakan
analisis data bagi kalangan organisasi dan pengambil kebijakan agar pengambilan
keputusan seputar risiko iklim dan peluang berjalan lebih baik.
5. Metrik, Target, dan
Keterbukaan: Berfokus menyelaraskan metrik, target, dan keterbukaan dengan
target keberlanjutan yang bersifat ilmiah.
6. Dampak Kebijakan
dan Sumber Daya: Mengkaji dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup dari
kebijakan iklim guna mendesain respons yang efektif.
Komitmen CCRR pada riset lintasdisiplin dan kolaborasi mencerminkan visi UTS untuk menghasilkan manfaat transformatif bagi masyarakat dan lingkungan hidup. CCRR ingin memimpin transisi menuju keberlanjutan, serta menyediakan ilmu pengetahuan dan solusi yang diperlukan guna mengatasi kompleksitas perubahan iklim secara dini.
University of Technology Sydney (UTS) tercantum dalam daftar
100 universitas terbaik di dunia, serta merupakan perguruan tinggi
negeri dan universitas teknologi terkemuka yang memiliki pengaruh global.
(Tim Liputan)
Editor : Aan