Program Pelatihan Kepemimpinan Climate x Terbuka Bagi Mahasiswa di Seluruh Dunia

Editor: Redaksi author photo

Program Pelatihan Kepemimpinan "Climate x" Terbuka Bagi Mahasiswa di Seluruh Dunia
KALBARNEWS.CO.ID (DUBAI) -- Program Pelatihan Kepemimpinan "Climate x" kini dapat diikuti mahasiswa di seluruh dunia. Mahasiswa yang berminat  dapat mendaftarkan diri di http://climatexleadership.gauc.net/. Pendaftaran ditutup pada 30 Juni 2023. Kamis (15 Juni 2023)

Didukung oleh UNFCCC, UNESCO, dan mitra global, serta melibatkan Global Alliance of Universities on Climate (GAUC) dan Asian Universities Alliance (AUA) sebagai tuan rumah, program pelatihan ini membina generasi masa depan sebagai pemimpin iklim pada masa mendatang. Program ini mengutamakan pendekatan sinergis, serta menyajikan sarana pendidikan terkemuka, serta menawarkan kurikulum inovatif.


Perubahan paradigma pembangunan

Transisi menuju ekonomi bebas emisi karbon lebih dari sekadar meninggalkan bahan bakar fosil. Bahkan, transisi ini merupakan "perubahan paradigma pembangunan" yang memunculkan model modernisasi baru yang bermanfaat bagi dunia, serta berkontribusi pada masa depan yang ramah lingkungan dan sejahtera," ujar Lord Nicholas Stern, Chair, Grantham Research Institute at LSE dan Chair, Academic Committee, GAUC.


Perubahan paradigma ini terjadi bersamaan dengan perubahan luar biasa di pasar tenaga kerja, memunculkan standar dan peluang baru. "Generasi muda masa kini adalah pemimpin dan pilar masa depan, terlepas dari kariernya pada masa mendatang, mereka harus mempertimbangkan netralitas karbon sebagai tujuan bersama," ujar Dr. WANG Binbin, Executive Secretary-General, GAUC.


Dengan tema "Climate x", program pelatihan ini mengangkat dampak transformatif dari perubahan iklim, serta keterkaitannya dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB (SDG). Melanjutkan kesuksesan program pelatihan uji coba "Climate x" pada 2022, program pelatihan 2023 ingin mendukung semakin banyak generasi muda untuk menangkap peluang dari perubahan paradigma tersebut, serta berkontribusi terhadap terwujudnya masa depan netralitas karbon. Maka, program pelatihan tahun ini terbuka bagi mahasiswa di seluruh dunia.


Pendidikan bergengsi di 28 universitas dan lembaga lain

Mengingat Uni Emirat Arab (UEA) akan menjadi tuan rumah 2023 UN Climate Change Conference (COP28), GAUC menjalin kemitraan strategis dengan Asian Universities Alliance (AUA), aliansi yang terdiri atas 15 universitas di Asia, sebagai salah satu tuan rumah program ini.

Dengan melibatkan pihak lain di luar jaringan universitas GAUC, kemitraan tersebut mengangkat tantangan perubahan iklim yang secara khusus dihadapi di Asia, sekaligus tetap mempertahankan perspektif global. Selama program pelatihan berlangsung, pakar dari universitas yang menjadi anggota GAUC dan AUA akan berkolaborasi dalam memberikan kuliah dan lokakarya. Kegiatan ini mengutamakan sinergi antara isu perubahan iklim dan topik tahunan GAUC, yakni sinergi antara perubahan iklim dan listrik bersih, kesehatan, bencana, serta fesyen berkelanjutan.


Lebih lagi, berkat jaringan mitra global yang luas, program pelatihan juga akan menggelar berbagai lokakarya, sesi diskusi panel, kuliah ekstrakurikuler dari pembicara tamu yang bekerja di organisasi PBB, industri, NGO, masyarakat sipil, dan lain-lain.


Dari peserta pelatihan menjadi pemimpin iklim pada masa depan Agar mahasiswa dapat bertransisi dari sosok yang mempelajari iklim menjadi pemimpin aksi ikim, program pelatihan menerapkan pendekatan "Train the Trainer" melalui modul belajar "1+3". Dengan modul ini, "1" merujuk pada kursus daring yang berlangsung selama satu bulan pada Juli'; sedangkan, "3" mencerminkan tiga kegiatan dengan format gabungan (hybrid) yang harus diselesaikan mahasiswa pada Agustus hingga November, untuk mempraktikkan keahlian kepemimpinan dan pengetahuan tentang iklim. Kegiatan ketiga adalah acara yang dipimpin generasi muda, 2023 Global Youth Climate Week (the Week), sebuah mekanisme yang digagas oleh GAUC dan lebih dari 100 pemangku kepentingan di dunia pada 2022.


Setelah merampungkan modul 1+3, mahasiswa akan mendapat sertifikasi dari GAUC dan AUA sebagai "Climate x" Trainer. Lebih lagi, "Climate x" Trainer yang memiliki kepemimpinan dan dedikasi terbaik selama 2023 Global Youth Climate Week berlangsung pada 20-24 November tahun ini, akan memperoleh gelar lain, yakni "Climate x" Pioneer. Selanjutnya, "Climate x" Pioneer mendapat kesempatan untuk terpilih sebagai COP28 GAUC Youth Delegation, serta mengemukakan aksi iklim kepemudaan di hadapan pemimpin tata kelola perubahan iklim global di COP28, Dubai. (Tim Liputan).

Editor : Aan

 

Share:
Komentar

Berita Terkini