KALBARNEWS.CO.ID (BARCELONA) -- Huawei
meluncurkan Solusi Inclusive Connectivity 2.0 di Mobile World Congress (MWC)
2023. Peluncuran solusi ini merupakan bagian dari sesi "Accelerating Digital
Transformation of Public Services", acara yang menghadirkan pakar layanan
publik. Sesi ini mengulas tren transformasi digital di sektor layanan publik,
serta mencari cara untuk menggerakkan pembangunan ekonomi dan sosial sekaligus
meningkatkan taraf hidup warga. Jumat (3 Maret 2023)
Huawei Luncurkan Solusi Inclusive Connectivity 2.0 di MWC 2023
Meningkatkan Inklusi Digital dengan Konektivitas Universal
Meski
akses konektivitas semakin berkembang, 400 juta orang di seluruh dunia masih
belum menggunakan jaringan mobile broadband (5% dari jumlah
populasi). Di negara pendapatan rendah dan menengah, peluang warga pedesaan
untuk menggunakan Internet seluler tercatat 33% lebih rendah ketimbang warga
perkotaan.
Maka,
pemerintah di seluruh dunia melansir strategi untuk menghubungkan wilayah
pedesaan dengan membangun infrastruktur digital di pelosok. Target utamanya,
menyediakan layanan digital yang inklusif dan setara, serta menutup kesenjangan
digital.
Solusi
Huawei berperan besar bagi negara-negara yang ingin menutup kesenjangan digital. Andrew
Zhang, Vice President, Huawei Public Sector, menjelaskan:
"Sebagai perusahaan terkemuka di dunia yang menyediakan teknologi
informasi dan komunikasi, Huawei telah mendukung banyak pemerintah yang
menjalankan transformasi digital. Solusi inovatif kami mampu menutup
kesenjangan digital, mewujudkan konektivitas inklusif, serta menghadirkan dunia
digital bagi setiap orang."
Di MWC
2023, Huawei melansir Solusi Inclusive Connectivity 2.0 yang memfasilitasi
pembangunan jaringan di wilayah pelosok dengan kondisi
kompleks. Solusi ini menggabungkan datacom, jaringan
optik, dan produk nirkabel yang didesain untuk menghadirkan konektivitas di
wilayah pedesaan dan pegunungan yang terpencil.
Tujuan
di balik Inclusive Connectivity 2.0 terletak pada penghematan biaya
konstruksi jaringan dan mempercepat implementasi jaringan, serta menggerakkan
informatisasi cepat dan hemat biaya di tingkat nasional. Solusi ini
membantu pemerintah di seluruh dunia memperluas ketersediaan layanan, serta
meningkatkan taraf hidup masyarakat di wilayah terpencil.
Mempercepat
Transformasi Digital Layanan Publik
Kini,
layanan publik harus memprioritaskan masyarakat. Maka, infrastruktur
"cloud + network" lewat desain level tinggi berperan penting
menghadirkan layanan publik digital bagi warga, serta mewujudkan interkoneksi
di segala bidang.
Arsitektur
terintegrasi "cloud + network" membantu sektor publik agar berbagi
data secara mudah dan aman pada jaringan dan wilayah, serta menawarkan layanan
terpadu bagi publik. Di saat bersamaan, arsitektur "cloud + network"
ikut menciptakan lingkungan bearer yang terpusat, aman, dan
reliabel bagi instansi pemerintah yang saling terhubung, serta meningkatkan
efisiensi kolaborasi. Hal tersebut akhirnya menghasilkan efisiensi tata kelola
pemerintahan yang lebih baik.
Hong-Eng
Koh, Global Chief Public Services Industry Scientist, Huawei,
berkata: "Huawei membantu pemerintah, serta klien dari sektor pendidikan
dan layanan kesehatan beralih memakai teknologi komprehensif, termasuk 5G, F5G,
Cloud, Big Data, dan AI. Kami membantu klien membangun national
backbone, last mile connectivity, demi mencapai targetnya,
yakni membangun masyarakat digital, ekonomi digital, dan pemerintah
digital."
Chris
Baryomunsi, Menteri TIK dan Panduan Nasional Uganda berkata: "Dalam membangun
infrastruktur digital pervasif dan pintar di seluruh negeri,
pemerintah Uganda bekerja keras memperluas digitalisasi di beberapa
bidang. Tujuannya, dampak positif TIK berlipat ganda di industri sekunder dan
tersier sehingga menghasilkan pengaruh besar terhadap perekonomian."
Misi
Huawei dalam segmen pemerintah dan layanan publik adalah membantu negara dan
wilayah "Meningkatkan infrastruktur digital nasional, Mempercepat
transformasi digital layanan publik". Huawei ingin membantu pemerintah di
seluruh dunia agar beralih menggunakan teknologi digital. (Tim Liputan).
Editor : Aan