-->

BREAKING NEWS

TERIMA KASIH TELAH MENGIKUTI INFORMASI DARI KAMI DI WWW.KALBARNEWS.CO.ID, POLSEK KUBU BEKUK PEMUDA PENGEDAR NARKOBA JENIS SABU-SABU DI KECAMATAN KUBU KABUPATEN KUBU RAYA, APARAT TNI DAN POLRI AMANKAN 12 KG NARKOBA JENIS SABU-SABU DI PERBATASAN , PENANGKAPAN INI BERDASAR LAPORAN MASYARAKAT, LURAH  BENUA MELAYU LAUT DALAMI ADUAN WARGA KEPADANYA TERKAIT DUGAAN SODOMI YANG DILAKUKAN SEORANG PERIA DI WILAYAHNYA, MERASA DIRUGIKAN PT SULTAN RAFLI MANDIRI LAPORKAN OTAK KERUSUHAN AKSI UNJUK RASA BEBERAPA WAKTU YANG LALU DI KETAPANG, DUA ANGGOTA DPRD KAB KUBU RAYA DAN SATU TENAGA KONTRAK DI SEKRETARIAT DPRD KAB KUBU RAYA TERKONFIRMASI POSITIF COVID-19, SEMENTARA AKTIFITAS DI SEKRETARIAT DITUTUP SELAMA 7 HARI, APARAT KEPOLISIAN TERUS USUT DAN KEJAR PELAKU PEMBUNUHAN IBU DAN ANAK DI PONTIANAK TIMUR KALIMANTAN BARAT,  

IAIN Pontianak Gandeng Amcor Untan dan EES Selenggarakan Webinar Beasiswa Luar Negeri

Redaksi author photo

KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) - Program studi baru di lingkungan Institut Agama Islam Negeri Pontianak (IAIN Pontianak), Tadris Bahasa Inggris, menggandeng American Corner (Amcor) Universitas Tanjungpura, dan Excellence English Studio, untuk meyelenggarakan webinar yang bertajuk “Kupas Tuntas Beasiswa S2 dan S3 Luar Negeri (AS, Australia, dan Inggris). 

Webinar ini merupakan yang pertama kali sejak berdirinya prodi, dengan dikemas secara menarik dengan turut mengundang berbagai narasumber penting meliputi penerima beasiswa luar negeri. Adapun moderator dalam kegiatan ini melibatkan Maha Lastasa Buju BH, M.Pd.,dan Andry Fitrianto, M.Ud., dosen muda IAIN Pontianak.

Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memberikan motivasi positif bagi kalangan masyarakat luas, dan khususnya akademisi untuk tidak ragu untuk membuka diri terhadap kesempatan belajar di luar negeri. Dalam pembukaannya, Dr. Yapandi Ramli selaku Wakil Dekan Bidang I, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak menyampaikan bahwa terdapat pandangan umum kesukaran kuliah di luar negeri, seperti halnya kemampuan bahasa asing, biayah idup, maupun kemampuan akademik dari scholarship hunter itu sendiri.

Sebagai narasumber pertama, Yauma Yulida Hasanah, Awardee Australia Awards Scholarship (AAS) yang tengah menyelesaikan Master of TESOL University of Melbourne, mengungkap banyak pengalaman unik saat mengenyam pendidikan di Australia. Perbedaan budaya, seperti halnya budaya pembelajaran memberikan kesan yang dapat membuka pikiran untuk berkembang lebih baik. Meskipun demikian, untuk meraihnya diperlukan suatu cara pandang yang positif, tidak perlu mengecilkan diri, dan posisikan niat belajar sebagai passion dengan diiringi doa yang kuat, maka hasil baik akan berpihak.

Pengalaman positif lain juga dikemukakan oleh Dedi Irawan, Ph.D., Dosen IKIP PGRI Pontianak yang juga alumnus Ph.D Program, School of Education, University of Leicester UK. Dalam kesempatan tersebut, Dedi mengungkap keterkaitan antara pasar dan kesempatan belajar, pemasaran diri untuk kelayakan penerimaan beasiswa luar negeri. Tentu saja, persiapan diri merupakan kunci utama dalam keberhasilan studi maupun raihan scholarship awards.

“Saat mengajukan tesis di Yogyakarta, saya tidak segan untuk meminta arahan dari pembimbing untuk sekaligus mengonsep proposal beasiswa di luar negeri. Artinya butuh juga suatu strategi dan peta konsep untuk mempersiapkan beasiswa luar negeri,” ungkapnya.

Koordinator Amcor Untan, Yusawinur Barella, M.Pd. pada kesempatan ini menyampaikan kesempatan akademisi bahkan profesional di Indonesia memiliki kesempatan sangat besar untuk merasakan mengenyam pendidikan di AS. Sangat banyak jalur yang dapat dimanfaatkan, dari program prestisius Fullbright Scholarship for Indonesia, maupunjalur Fellowship seperti Humphrey, Fullbright FLTA, US-Asean Scholar, dan lain sebagainya. Adapun jenjang yang ditawarkan, mulaidari Undergraduate hingga Docoral Degree, atau hanya sekedar shortcour seselama 6 bulan.

Sebagai narasum berterakhir, Eliza Yusar, pendiri Excellence English Studio membagikan pengalaman persiapan kebahasaan sebagai syarat utama menuntut ilmu di luar negeri, terutama kemampuan bahasa Inggris. Pada dasarnya memang tidak semua beasiswa menempatkan The International English Language Testing System (IELTS) sebagai pertimbangan utama keberhasilan meraih beasiswa, namun setidaknya kemampuan listening, reading, writing, dan speaking merupakan komponen yang tidak dapat dielakkan. Dalam persiapan tersebut, Eliza juga menyebut bahwa tidak secara khusus mengikuti kursus resmi bahasa inggris, tetapi lebih mencari partner untuk melatih kemampuan bahasa tersebut. Ternyata hal tersebut belumlah cukup, setiap bagian bahasa memiliki treatment  yang berbeda dan harus jeli menyikapinya.

Webinar ini selain memanfaatkan media Zoom, juga memanfaatkan Youtube Live sehingga keterjangkauan peserta dapat lebih maksimal. Diwawancarai secara terpisah, Kaprodi Tadris Bahasa Inggris, Sulaiman, M.Pd. berharap kerjasama yang sangat bermanfaat ini tidak hanya terhenti pada webinar ini.

“Semoga kedepan kita dapat menjalin kerjasama seperti pelatihan-pelatihan, softskill, maupun kegiatan bermanfaat lain sehingga eksistensi kita sebagai pemangku amanahTri Dharma Perguruan Tinggi dapat dirasakan oleh masyarakat luas,” harapnya. (AriefAdiPurwoko)

Editor : Aan
Komentar Anda

Berita Terkini