-->

BREAKING NEWS

TERIMAKASIH TELAH MENGIKUTI INFORMASI DARI KAMI WWW.KALBARNEWS.CO.ID, SATRESNARKOBA POLRES KUBU RAYA TANGKAP MP PRODUSEN SEKALIGUS PENJUAL MIRAS DI KECAMATAN BATU AMPAR KAB KUBU RAYA, POLISI MASIH SELIDIKI KASUS TERBUNUHNYA IBU DAN ANAK WARGA PONTIANAK TIMUR YANG TEWAS MENGENASKAN DIDALAM RUMAHNYA, USTAD MUSTAHAR,SPD.I TERPILIH SEBAGAI KETUA FORUM KOMUNIKASI PONDOK PESANTREN (FKPP) KABUPATEN KUBU RAYA PERIODE 2020 -2025 PADA MUSYAWARAH DAERAH FKPP KAB KUBU RAYA, SEORANG ANGGOTA SATLANTAS POLRESTA PONTIANAK DIKABARKAN LAKUKAN PELECEHAN SEX KEPADA SEORANG WARGA KARENA TIDAK BISA MEMBAYAR TILNG PELANGGARAN LALU LINTAS, KASUS INI MASIH DALAM PENYELIDIKAN APARAT, SATRESNARKOBA POLRES KUBU RAYA BEKUK TERSANGKA PENGEDAR NARKOBA DI KECAMATAN SUNGAI KAKAP, TERSANGKA BERINISIAL DP DITANGKAP BERSAMA BARANG BUKTI NARKOBA JENIS SABU-SABU, PASANG IKLAN DI KALBARNEWS GAMPANG.....!!!!! HUB MARKETING KAMI DI : 085751103979 - 085245460919 ATAU EMAIL : redaksikalbarnews@gmail.com

Viral Penembakan Warga Siantan Pontianak Utara, Ini Penjelasan Kabid Humas Polda Kalbar

Redaksi author photo


KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) – Polda Kalbar menggelar pertemuan dengan tokoh masyarakat untuk meluruskan informasi Viralnya Video penganiayaan terhadap warga Siantan Pontianak Utara yang ditembak saat membangunkan sahur dan di kaitkan dengan isu sara direspon cepat oleh jajaran Polda Kalimantan Barat.

Pertemuan tersebut dihadiri tokoh masyarakat H.M Fauzi selaku sekertaris Ikatan Keluarga Besar Madura (IKBM), Ateng Tanjaya tokoh masyarakat Tionghoa, Syafrudin Ibrahim tokoh melayu dan juga Mad Nawir anggota Dprd Provinsi Kalbar.

Hal tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Donny Charles Go kepada sejumlah awak media melalui siaran persnya.

“Menanggapi viralnya video yang di medsos mengenai penembakan di Pontianak Utara pertama kronologi itu tidak benar. Karena melihat video tersebut semakin viral dengan penjelasan yang mengarah ke isu sara, Tadi siang (17/05/2020), Karo Ops Polda Kalbar, Dir Intelkam bersama jajaran Polresta Pontianak Kota melakukan pertemuan dengan tokoh masyarakat untuk meluruskan kejadian tersebut,” ungkap Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Donny Charles Go

Donny menjelaskan, kejadian penganiayaan terhadap warga yang sedang membangungkan sahur pada Minggu (17/05/2020) subuh memang benar, namun dari hasil penyelidikan Polresta Pontianak Kota bahwa di lokasi kejadian dan penggeledahan di rumah pelaku yang ditemukan adalah ketapel dan beberapa biji gotri yang digunakan sebagai peluru.

“Untuk pelaku sudah diamankan di Mako Polresta Pontianak untuk dilakukan pemeriksaan, sedangkan kedua korban yang terkena ketapel mengalami luka memar,” jelasnya

Lanjut Donny, ia mengatakan pihak kepolisian akan tuntas dalam menangani kejadian tersebut. Dan ia menuturkan untuk masyarakat di Pontianak jangan ada yang terprovokasi dan mempercayakan semua pada pihak kepolisian.

Kabid Humas Polda Kalbar ini juga menyinggung tentang kerukunan yang selama ini terjalin dengan baik di Kalimantan Barat terkhusus Kota Pontianak. Ia berharap kejadian ini tidak dikaitkan dengan kelompok tertentu.

“Tadi para tokoh masyarakat yang hadir juga sudah menyatakan sikap dan meluruskan informasi yang beredar di media sosial, dan mempercayakan penanganannya kepada pihak kepolisian,” tuturnya. (tim liputan)

Editor : Heri K


Komentar Anda

Berita Terkini