BREAKING NEWS

TERIMAKASIH TELAH MENGIKUTI INFORMASI DARI KAMI WWW.KALBARNEWS.CO.ID, BUPATI KUTAI TIMUR DAN ISTRI TERTANGKAP DALAM OPERASI TANGKAP TANGAN KPK BERSAMA KEPALA BAPEDDA, KOMISI I DPRD KUBU RAYA LAKUKAN RAPAT PERTEMUAN MEMBAHAS PERDA TENTANG PEMEKARAN 5 DESA DI KUBU RAYA, KETUA KOMISI 3 DPRD KUBU RAYA TEGASKAN SIAP MENERIMA ADUAN MASYARAKAT TERHADAP PENCEMARAN LINGKUNGAN YANG DISEBABKAN PABRIK YANG MARAK DI KUBU RAYA, BUPATI DAN WAKIL BUPATI LAKUKAN MEDIASI DIDAMPINGI TOKOH MASYARAKAT DI SEBUAH RESTO TIDAK JAUH DARI KANTOR BUPATI, JUMAT MALAM (03/07/2020), AGUS SUDARMANSYAH YANG JUGA KETUA DPRD KUBU RAYA YANG IKUTU MEDIASI ITU KATAKAN INTI PERTEMUAN BAHWA MUDA-JIWO ISLAH DAN BUPATI SERTA WAKIL BUPATI TETAP MENJALANKAN TUGASNYA SEBAGAI WAKIL BUPATI HINGGA MASA JABATAN BERAKHIRTERIMAKASIH TELAH MENGIKUTI INFORMASI DARI KAMI WWW.KALBARNEWS.CO.ID,

Komisi III DPRD Kubu Raya Pertanyakan Naik Turunya Tarif PDAM Kubu Raya

Redaksi author photo
Anggota DPRD Kubu Raya, Herry Rifai 

Kubu Raya (Kalbarnews.co.id) – Komisi III DPRD Kubu Raya mempertanyakan naik turunya tarif pembayaran PDAM Tirta Raya Kubu Raya yang mengalami kenaikan dan kemudian diturunkan kembali oleh Manajeman PDAM.

Hal itu disampaikan Herry Rifai Legilator Muda asal kecamatan Sungai Ambawang, Herry mengaku mendapat keluhan masyarakat Kubu Raya yang merasa keberatan dengan kenaikan 100 persen Tarif penggunaan air dari PDAM Tirta Khatulistiwa.

“Kendati informasi sekarang diturunkan kembali tetapi menjadi hal yang aneh tiba-tiba naik lalu tiba-tiba turun lagi,” ujar Herry.

Herry Rifai mengatakan memang telah ada Rapat bersama DPRD dan Manajeman PDAM Tirta Khatulistiwa mengenai perkembangan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Khatulistiwa.

Herry mengatakan untuk menaikkan Tarif PDAM seharusnya diikuti dengan pelayanan terbaik untuk konsumen, apalagi menurut penjelasan Direktur Utama hingga saat ini Struktural Manajemen PDAM belum lengkap.

“PDAM Tirta Raya Kubu Raya belum memiliko Dewan Pengawas, sehingga segala kebijakan yang diambil oleh PDAM saat ini belum terawasi internal,” ungkap Herry.

Herry mengatakan melalui Komisi III DPRD Kubu Raya segera akan mengagendakan memanggil Direktur PDAM Tirta Raya terkait keluhan warga Kubu Raya ini.

Salah satu Warga Konsumen PDAM Tirta Raya, Parmin (56) ketika ditemu Redaksi Kalbarnews.co.id mengatakan merasa sangat kaget ketika membayar tagihan PDAM yang biasanya hanya sekitar 60 ribuan, kini harus membayar dua kali lipat lebih tinggi dari biasanya.

“Saya merasa kaget ketika membayar lebih mahal dari biasanya ternyata ketika saya tanyakan ke loket memang ada kenaikan tarif, saya sangat sayangkan tidak ada sosialisasi kepada kami konsumennya,” ujar Parmin.

Parmin mengatakan jika kenaikan terif pembayaran tetapi tidak diikuti peningkatan pelayanan tentu merugikan konsumen, PADM Kubu Raya menurut Parmin masih sangat kurang dalam pelayanan, airnya masih keruh dan masih sering tidak mengalir. (tim liputan).

Editor : Aan

Komentar Anda

Berita Terkini