-->

BREAKING NEWS

TERIMA KASIH TELAH MENGIKUTI INFORMASI DARI KAMI DI WWW.KALBARNEWS.CO.ID, MERASA DIRUGIKAN PT SULTAN RAFLI MANDIRI LAPORKAN OTAK KERUSUHAN AKSI UNJUK RASA BEBERAPA WAKTU YANG LALU DI KETAPANG, DUA ANGGOTA DPRD KAB KUBU RAYA DAN SATU TENAGA KONTRAK DI SEKRETARIAT DPRD KAB KUBU RAYA TERKONFIRMASI POSITIF COVID-19, SEMENTARA AKTIFITAS DI SEKRETARIAT DITUTUP SELAMA 7 HARI, APARAT KEPOLISIAN TERUS USUT DAN KEJAR PELAKU PEMBUNUHAN IBU DAN ANAK DI PONTIANAK TIMUR KALIMANTAN BARAT,  

Kapolres Kubu Raya Salurkan Bantuan kepada Pengungsi Bencana Banjir di Rasau Jaya

Redaksi author photo
Kapolres Kubu Raya, AKBP Yani Permana serahkan bantuan kepada korban banjir di Rasau Jaya

Kubu Raya (Kalbarnews.co.id) – Kapolres Kubu Raya, AKBP Yani Permana meninjau dan berikan bantuan kepada korban banjir di Kecamatan Rasau Jaya Setelah beberapa waktu lalu banjir merendam wilayah Kecamatan Sungai Ambawang dan Kuala Mandor B, kali ini banjir juga merendam wilayah Kecamatan Rasau Jaya. Tepatnya di sepanjang TR 6 hingga TR 16, Jalan Sekunder C Dusun Rasau Karya, Desa Rasau Jaya Umum.

Personel Kepolisian Resor (Polres) Kubu Raya pun bereaksi cepat atas musibah banjir tersebut. Dipimpin langsung oleh Kapolres Kubu Raya AKBP Yani Permana, jajaran anggota kepolisian bergerak melakukan peninjauan ke lokasi pengungsian di SD Negeri 16 Rasau Jaya. Bahkan, bukan hanya meninjau, para personel kepolisian juvmga turut menyalurkan bantuan seperti beras, mie instan dan minyak goreng.

Ditemui di lokasi pengungsian, Kapolres Kubu Raya AKBP Yani Permana mengaku prihatin atas musibah yang mengakibatkan lima kepala keluarga terpaksa harus mengungsi tersebut. Guna mencegah agar dampak banjir ini tidak meluas, Ia pun segera berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kubu Raya dan Puskesmas Rasau Jaya.

Kapolres Kubu Raya menjennguk langsung salah satu korban banjir di Rasau Jaya
 "Tadi kami cek dan melihat langsung bagaimana korban atau warga yang terdampak banjir di TR 6 sampai dengan TR 16 Sekunder C, tepatnya di Dusun Rasau Karya, Desa Rasau Jaya Umum. Sekarang dari 14 KK yang terdampak, terdapat 5 KK yang mengungsi atau memindahkan dirinya ke SD Negeri 16. Kita sudah koordinasi dengan BPBD. Komunikasi juga dengan Puskesmas Rasau Jaya untuk melakukan pengecekan terhadap warga yang mengungsi," imbuhnya.

Pada saat melakukan pemantauan, kata Kapolres, terdapat sejumlah warga yang mengadu agar Dinas PUPR Kabupaten Kubu Raya segera melakukan normalisasi irigasi di lahan pertanian warga untuk mencegah terjadinya banjir di tahun-tahun berikutnya. Menyikapi pengaduan itu, Kapolres pun langsung merespon cepat dengan segera melakukan koordinasi dengan Dinas PUPR Kabupaten Kubu Raya, bahkan dengan Dinas PUPR Provinsi Kalbar.

"Kita sudah lakukan koordinasi juga dengan Dinas PUPR Kabupaten dan Dinas PUPR Provinsi. Ternyata itu wilayah yang menjadi tanggung jawab PUPR Kabupaten. Kita meminta untuk segera dilakukan tindak lanjut dari PUPR," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolres juga mengimbau warga yang masih bertahan di rumahnya untuk mewaspadai korsleting listrik. Ia juga berharap, beberapa hari ke depan air bisa berangsur surut agar warga bisa kembali menjalankan aktivitasnya di rumah masing-masing.

"Ketinggian air mencapai 20-30 cm itu masuk ke rumah warga. Ada beberapa yang masih bertahan karena tinggi air tidak terlalu mengganggu aktivitas. Kami mengimbau agar warga yang tinggal di rumah untuk berhati-hati terhadap listrik, takutnya ada yang korsleting dan menimbulkan masalah lainnya serta tak lupa kami ingatkan agar mereka selalu menjaga kesehatan masing-masing," tukasnya.

Turut hadir mendampingi Kapolres saat melakukan peninjauan para pejabat utama (PJU) Polres Kubu Raya, Kapolsek Rasau Jaya, Pengurus Bhayangkari Rasau Jaya, Senkom Mitra Polri, Babinsa dan sejumlah mitra kamtibmas lainnya.

"Mudah-mudahan beberapa hari mendatang air bisa surut supaya warga bisa kembali ke rumahnya masing-masing," tutup mantan Kasubdit II Ditreskrimum Polda Kalbar tersebut. (tim liputan)

Editor : Aan

Komentar Anda

Berita Terkini