-->

BREAKING NEWS

TERIMA KASIH TELAH MENGIKUTI INFORMASI DARI KAMI DI WWW.KALBARNEWS.CO.ID, MERASA DIRUGIKAN PT SULTAN RAFLI MANDIRI LAPORKAN OTAK KERUSUHAN AKSI UNJUK RASA BEBERAPA WAKTU YANG LALU DI KETAPANG, DUA ANGGOTA DPRD KAB KUBU RAYA DAN SATU TENAGA KONTRAK DI SEKRETARIAT DPRD KAB KUBU RAYA TERKONFIRMASI POSITIF COVID-19, SEMENTARA AKTIFITAS DI SEKRETARIAT DITUTUP SELAMA 7 HARI, APARAT KEPOLISIAN TERUS USUT DAN KEJAR PELAKU PEMBUNUHAN IBU DAN ANAK DI PONTIANAK TIMUR KALIMANTAN BARAT,  

Martin: Saya Tidak Keluar Daerah, Tetap ada di Ketapang

Redaksi author photo
Bupati Ketapang, Martin Rantan

Ketapang (Kalbarnews.co.id) - Akibat Banyaknya titik spot Pembakaran hutan dan lahan di Kabupaten Ketapang yang menimbulkan kabut asap pekat berdampak Pelarangan Keluar Daerah beberapa Bupati oleh Gubernur Kalbar Sutarmidji.

Sutarmidji menegaskan bupati yang daerahnya mengalami Karhutla paling tinggi seperti Kabupaten Ketapang, Kayong Utara dan Kubu Raya untuk tidak meninggalkan daerah dengan alasan apapun.

Menyikapi hal tersebut Bupati Ketapang, Martin Rantan mengatakan dirinya selaku kepala daerah tidak meninggalkan kabupaten Ketapang dan tetap berupaya maksimal dalam melakukan penanganan penanggulangan Karhula.

" Saya tidak keluar, ada ditempat, buktinya hari ini saya memimpin kegiatan pelantikan puluhan Pejabat di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Ketapang," ucap Martin sambil mengumbar senyum.

Menurut Martin penanganan Karhutla di daerah yang ia pimpin saat ini sudah cukup maksimal.

"Kita sudah rapat penanganan karhutla, kita minta koordinasinya, langkah langkahnya, peralatan semua, kita maksimalkan kemampuan kita sebagai manusia," paparnya.

Meski demikian, lanjut Martin, upaya maksimal yang dilakukan harus juga disertai dengan doa kepada Tuhan yang maha kuasa.

"Kita berdoa bersama kepada Tuhan yang maha kuasa, supaya hujan cepat turun," Martin. (tim liputan)

Editor : Edi S
Komentar Anda

Berita Terkini