-->

BREAKING NEWS

TERIMA KASIH TELAH MENGIKUTI INFORMASI DARI KAMI DI WWW.KALBARNEWS.CO.ID, MERASA DIRUGIKAN PT SULTAN RAFLI MANDIRI LAPORKAN OTAK KERUSUHAN AKSI UNJUK RASA BEBERAPA WAKTU YANG LALU DI KETAPANG, DUA ANGGOTA DPRD KAB KUBU RAYA DAN SATU TENAGA KONTRAK DI SEKRETARIAT DPRD KAB KUBU RAYA TERKONFIRMASI POSITIF COVID-19, SEMENTARA AKTIFITAS DI SEKRETARIAT DITUTUP SELAMA 7 HARI, APARAT KEPOLISIAN TERUS USUT DAN KEJAR PELAKU PEMBUNUHAN IBU DAN ANAK DI PONTIANAK TIMUR KALIMANTAN BARAT,  

Atasi Kemarau dan Karhutla ini Yang Dilakukan Pemkab Ketapang

Redaksi author photo

Ketapang (Kalbarnews.co.id) – Kondisi kekeringan yang sudah berjalan 3 bulan, Membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ketapang berusaha berupaya mencari solusi. Mulai dari memadamkan api, mendistribusikan air bersih, bahkan dampak pencemaran udara yang sudah semakin tidak sehat, aktivitas belajar, dan mengajar diliburkan. Selain itu, tindakan pemadaman yang terus dilaksanakan, pemerintah juga sudah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Pusat untuk merekayasa hujan buatan.

Hal tersebut terungkap ketika dalam rapat penanggulangan kebakaran lahan yang melibatkan semua pihak terkait di Kantor Bupati Ketapang pada 12 September lalu. 

Demikian juga, Pemkab bersama organisasi kemasyarakatan menggelar salat Istisqa meminta hujan pada 15 September. Salat Istisqa tersebut dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Ketapang Drs. Suprapto Sutrisno, jajaran Forkopimda, organisasi perangkat daerah (OPD) para tokoh agama, dan jemaah. 

Ketika itu, Drs. KH. Faisol Maksum mengatakan jemaah semua berkumpul dan bersatu membawa perasaan dan beban yang sama, dalam permasalahan dan hanya kepada Sang Pencipta. Melalui ibadah ini diharapkan dia dapat menunaikan salat, merendahkan diri, membungkuk, dan bersimpuh dengan penuh harapan rida-Nya agar berkenan menurunkan hujan.

Demikian juga, dalam memadamkan api, BPBD, Manggala Agni, TNI/Polri, kelompok pemadam api dan masyarakat, sampai saat ini masih terus bahu membahu mengatasi api. Partisipasi masyarakat mewaspadai dan memadamkan api terus dilaksanakan. Demikian juga pembagian masker dan lain sebagainya.

Pentingnya mengatasi kebakaran lahan ini juga kembali disinggung Bupati Ketapang Martin Rantan, SH, M.Sos, ketika melantik pejabat tinggi pratama, pejabat administrator, dan pengawas pada 16 September lalu. Bupati menyebutkan dari alat penghitungan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang dikeluarkan oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Lingkungan Hidup Kabupaten Ketapang masuk dalam kategori berbahaya. Hal ini tentunya sangat mengganggu kesehatan dan kegiatan yang kita lakukan. Untuk itu, ia mengimbau agar mengurangi kegiatan di luar ruangan. Dia juga meminta untuk jangan melakukan pembakaran dalam bentuk apapun, yang nantinya justru akan memperburuk kualitas udara di Ketapang. 

“Kita semua untuk terus memanjatkan doa memohon kepada Yang Maha Kuasa agar menurunkan hujan supaya kemarau panjang dan kabut asap yang dirasakan ini bisa segera berakhir,” tegas Bupati.

Dampak kekeringan menyebabkan kebakaran dan menjadikan udara tidak sehat karena berasap. Dampak yang kini dirasakan menyebabkan sekolah diliburkan, bahkan penerbangan juga mengalami gangguan. Upaya memadamkan api, terus berlangsung. Pemadam kebakaran bekerja maksimal. 

Untuk memadamkan api yang terus terjadi di sejumlah titik, Kapolres Ketapang AKBP Yury Nurhidayat S.Ik, MH, pun memerintahkan Kapolsek beserta jajarannya untuk selalu siap siaga di lokasi tempat bertugas.

“Terima kasih kepada pemerintah daerah yang terus mendukung operasional petugas dalam memadamkan api baik dalam bentuk BBM maupun konsumsi di lapangan. Perlu juga kita pikirkan bersama keselamatan petugas terutama jaminan kesehatan, kiranya dalam hal jaminan kesehatan mereka di lapangan ini bisa menjadi perhatian,” ucap Kapolres.

Dalam mengatasi kebakaran lahan, Wabup Suprapto meminta peran serta semua pihak. Salah satunya, sebut dia, pihak perusahaan di Kabupaten Ketapang. Dalam rapat ketika itu, Wabup sempat mengabsen jumlah perwakilan perusahaan yang hadir. Ternyata, diakui dia, dari 74 perusahaan perkebunan yang mempunyai izin, hanya 17 perusahaan yang hadir dalam rapat membahas kerhutlan pada 12 September lalu. 

“Persoalan kebakaran lahan ini sudah sangat serius,” tegas Wabup.

Terkait dengan kebakaran lahan, Bupati maupun Wabup sudah berulang kali turun ke lapangan. 

Bahkan, jajaran Forkopimda Ketapang juga turun ketika tengah malam ke lokasi kebakaran. Begitu juga ikut melakukan penyegelan di lokasi perusahaan yang terbakar. Wabup Suprapto pada 17 Agustus kembali melakukan turun ke lokasi kebaran lahan di Jalan Sungai Pelang – Tumbang Titi, Kecamatan Matan Hilir Selatan. 

Upaya mitigasi penanggulangan bencana asap tersebut dipimpin langsung oleh Wabup, Damkar Ketapang, Manggala Agni, UPT KPH Wilayah Ketapang Utara, BPBD, Yayasan BPAS Ketapang, Satgas Desa Pelang, Polri, dan TNI.(tim liputan) 

Editor : Heri K
Komentar Anda

Berita Terkini