-->

BREAKING NEWS

KEBAKARAN MELANDA DUA LOKASI DI KUBU RAYA 2 RUMAH DI JL ADI SUCIPTO KEC SUNGAI RAYA DAN DI PARIT GADO KEC SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA, WARGA DIHEBOHKAN DENGAN TEMUAN SESEORANG DITEMUKAN DALAM KEADAAN MENINGGAL DI KAWASAN PARIT BESAR PONTIANAK, HINGGA KINI BELUM DIKETAHUI SIAPA DAN MENINGGAL KARENA APA, BELUM ADA KETERANGAN MENGENAI TEMUAN MAYAT ITU, RUDI HARTONO PEMUDA ASAL KABUPATEN BERHASIL RAIH JUARA II PEMUDA PELOPOR TINGKAT NASIONAL MEMBAWA NAMA KABUPATEN KUBU RAYA DAN PROVINSI KALIMANTAN BARAT, PERINGATI HARI SANTRI MWC NU KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG LAKUKAN RAPAT KERJA UNTUK MEMFOKUSKAN KINERJA PENGURUS RANTING YANG BARU SAJA DILANTIK, RAPAT KERJA MWCNU KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG INI DIHADIRI KETU PCNU KAB KUBU RAYA, KH ABDUSSALAM, M.Si, PASANG IKLAN ANDA DI SINI, HARGA DAN KWALITAS IKLAN TERJAMIN SILAHKAN HUBUNGI KAMI DI EMAIL : REDAKSIKALBARNEWS@GMAIL.COM ATAU DI WHATSHAP : 085750113979 - 085245460919

Presiden meminta Polri untuk Bertindak Tegas Tangani Kasus siswi SMP di Pontianak

Redaksi author photo
Presiden RI, Joko Widodo Perintahkan Kapolri Brtindak Tegas Tangani Kasus Siswi SMP di Pontianak

Jakarta (Kalbar News) – Kasus penganiayaan yang menimpa siswi salah satu sekolah menengah pertama di Kota Pontianak Kalimantan Barat, yang terjadi pada 29 Maret 2019 lalu juga menjadi perhatian Presiden RI, Joko Widodo.

Hal ini disampaikan Presiden menjelaskan di Akun IG pribadinya, Rabu (10/04/2019), Jokowi menjelaskan bahwa ia sudah mendengar kejadian yang menimpa anak dibawah umur ini.

“Saya telah mendengar tentang peristiwa yang menimpa seorang anak kita, siswi SMP di Pontianak, Kalimantan Barat, yang dikabarkan menjadi korban perundungan beberapa anak lain,” Ujar Joko Presiden RI Joko Widodo.

Untuk menangani kasus ini Presiden sudah meminta Polri untuk bertindak tegas dalam menangani kasus ini sesuai undang-undang yang berlaku.

“Kita semua sedih dan marah dengan kejadian ini. Saya telah meminta Kepala Kepolisian RI untuk bertindak tegas menangani kasus ini. Penanganannya harus bijaksana dan berjalan di koridor undang-undang yang sesuai, mengingat para pelaku dan korban masih di bawah umur,” tegasnya.

“Yang pasti adalah, kita sedang menghadapi masalah perubahan pola interaksi sosial antar masyarakat melalui media sosial. Kita sedang dalam masa transisi pola interaksi sosial itu, hendaknya lebih berhati-hati,” sambungnya.

Atas peristiwa ini Presiden juga berharap agar para orang tua, guru dan masyarakat bersama-sama merespons perubahan yang ada serta meluruskan hal-hal yang tidak benar atau hoax.

“Saya benar-benar berharap agar orang tua, guru, dan masyarakat turut bersama-sama merespons setiap perubahan-perubahan yang ada, mengawasi betul anak-anak kita, serta meluruskan hal-hal yang tidak benar,” harap Presiden Joko Widodo.

Ia juga meminta agar etika, norma dan nilai agama juga ditingkatkan agar kasus penganiayaan fisik seperti ini tidak terjadi lagi.

“Usulan revisi terhadap regulasi yang berkaitan dengan anak-anak itu satu hal, tapi yang paling penting lagi adalah budaya kita, etika kita, norma-norma kita, nilai agama kita, semua tidak memperbolehkan adanya perundungan, apalagi penganiayaan fisik,” tandasnya.(tim liputan/rtv)

Editor : Heri K

Komentar Anda

Berita Terkini