-->

BREAKING NEWS

BANJIR MELANDA BEBERAPA DESA SEPANJANG JL TRANS KALIMANTAN SUNGAI AMBAWANG KAB KUBU RAYA, SELAIN KARENA AIR PASANG CURAH HUJAN SEMAKIN MEMPERPARAH BANJIR TERSEBUT, SEHINGGA MELUMPUHKAN AKTIFITAS WARGA SEKITAR, MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN, EDDY PRABOWO DIKABARKAN DITANGKAP OLEH KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI (KPK) DALAM OPERASI TANGKAP TANGAN, ARUS KENDARAAN DARI ARAH JEMBATAN KAPUAS 2 MENUJU JL TRANS KALIMANTAN SUNGAI AMBAWANG MACET TOTAL, KEMACETAN HINGGA MENCAPAI 1 KM, BELUM DIKETAHUI PENYEBABNYA HINGGA KINI BELUM ADA KETERANGAN RESMI, KEBAKARAN KEMBALI TERJADI, KALI INI DI KOMPLEK PERTOKOAN DI JL TRANS KALIMANTAN SUNGAI AMBAWANG KAB KUBU RAYA, NQMUN DAPAT SIATASI DWNGAN CEPAT OLEH PEMADAM KEBAKARAN YANG TIBA DWNGAN CEPAT DI TKP, LEMBAGA PENDIDIKAN YARSI PONTIANAK TANDA TANGANI MOU PENERIMAAN MAHASISWA DARI SANTRI BERPRESTASI DAN HAFIZ-HAFIZHOH TANPA TEST, LAKI SIAP DUKUNG PEMERINTAH DALAM PEMBERANTASAN KORUPSI DI KALBAR, BAPILU DPD PDI PERJUANGAN TARGETKAN MENANG 100 PERSEN PILKADA SERENTAK DI KALBAR, PENEMUAN MAYAT DI GG DUNGUN PONTIANAK HEBOHKAN WARGA SEKITAR, HINGGA SAAT INI MAYAT MASIH BERADA DILOKASI KEJADIAN MENUNGGU APARAT KEPOLISIAN MENGEVAKUASI MAYAT TERSEBUT, PASANG IKLAN ANDA DI SINI, HARGA DAN KWALITAS IKLAN TERJAMIN SILAHKAN HUBUNGI KAMI DI EMAIL : REDAKSIKALBARNEWS@GMAIL.COM ATAU DI WHATSHAP : 085750113979 - 085245460919

Polda Kalbar Ungkap 31 Kasus dan 127 orang Korban tindak Pidana Perdagangan Orang di Kalbar, ini Modus Operasinya

Redaksi author photo
Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono berikan keterangan Pers pengungkapan kasus TPPU dan PMI Ilegal di Kalbar


Pontianak (Kalbar News) - Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono Ungkapkan keberhasilan jajarannya mengungkap tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) periode pengungkapan dari bulan Januari  hingga 18 September 2018 pada semester I pelaksana adalah Ditreskrimum Polda Kalbar dan Satreskrim Polres jajaran di Mapolda  Kalbar, Rabu (19/9/2018).

Berdasarkan catatan hasil pengungkapan TPPO dan PMI Illegal Semester I tahun 2018 sebagai berikut.  Jumlah kasus  total 31 kasus,  jumlah tersangka : 42 orang, terdiri dari jumlah korban : 127 orang, terdiri dari  laki-laki dewasa : 74 orang, perempuan dewasa : 40 orang, dan  anak dan bayi : 13 orang.
 
Kapolda bersama Jajaran saat jumpa Pers di Mapolda Kalbar
“Pengungkapan kasus menonjol pengiriman PMI Illegal, pada Selasa 18 September 2018 oleh Ditreskrimum Polda Kalbar, ”ujar Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

Upah yang menggiurkan didapat ketika bekerja di luar negeri masih menjadi alasan para pekerja Indonesia atau TKI hingga kini.  Masalah demi masalah dihadapi para TKI alias PMI (Pekerja Migran Indonesia) pada saat bekerja.

TKI dalam Undang-undang nomor 18 tahun 2017 disebut dengan istilah pekerja migran Indonesia (PMI) dengan tetap memberikan perhatian khusus berupa perlindungan khususnya perlindungan hukum.

“Akan tetapi masih saja terdapat para pekerja yang bersedia melalui prosesnya secara illegal dengan harapan dapat bekerja di negara lain dengan gaji besar meskipun tanpa pengetahuan, keterampilan mapun keahlian tertentu,” kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

Pekerja migran melalui proses secara illegal tentunya akan mendatangkan atau menimbulkan permasalahan dikemudian hari. Sebab, mereka tidak ada keahlian, keterampilan, dokumen keimigrasian maupun dokumen ketenagakerjaan.

“Berbagai bentuk ekspolitasi akhirnya akan menjadi awal dari kesulitan yang akan menjebak setiap pekerja tersebut untuk tetap bertahan atau melarikan diri dari pekerjaan untuk kembali ke Indonesia dengan segala cara,” ujar Kapolda.


Tempat kejadian soal PMI ilegal itu di Bandara Supadio Pontianak. Jumlah calon PMI Illegal  32 orang asal Sulawesi Selatan,  jumlah tersangka  5 orang (1 orang perekrut dan 4 orang, pengemudi. Tak hanya itu petugas juga menyita barang bukti berupa  14 buku paspor, 4 unit mobil, 27 lembar KTP, 7 unit handphone, dan  1 lembar kartu keluarga.

Adapun Modusnya adalah para calon pekerja dari Sulawesi Selatan berangkat ke Pontianak dengan menggunakan pesawat terbang, setibanya di Bandara Supadio mereka akan melanjutkan perjalanan darat menuju perbatasan negara Indonesia-Malaysia di Entikong.

“Mereka hanya berbekal Paspos saja dari sembilan item dokumen yang harus dilengkapi oleh calon pekerja sebelum berangkat sebagai PMI, “tutur Kapolda.

Kapolda mengimbauan kepada masyarakat agar  dalam bentuk apapun, eksploitasi terhadap seseorang adalah suatu tindak pidana, kepolisian tidak segan-segan akan menindaknya.

Kapolda juga meminta agar masyarakat yang ingin bekerja khususnya di luar negeri mewaspadai para calo PMI yang menghalalkan segala cara seperti bersedia membuatkan dokumen palsu, menyuruh membuat dokumen palsu, memberi bujuk rayu, mengiming-imingi sesuatu yang berlebihan seperti gaji berkali lipat, pekerjaan yang enak meskipun tanpa keahlian khusus dan lain lain.

“Juga diminta agar masyarakat memberikan perhatian terhadap lingkungannya jika terdapat penampungan-penampungan orang dari luar daerah dengan tanpa keterangan tujuan dan pekerjaan yang jelas, segera informasikan kepada kepolisian terdekat,”ujarnya

Di Akhir Konfrensi Pers itu Kapolda menjelaskan Pasal yang dipersangkakan, pasal 2, pasal 4 dan pasal 10 UU RI Nomor 2 Tahun 2007 dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 3 tahun, paling maksimal 15 Tahun denda paling sedikit 120 juta, paling banyak 600 juta. Dan pasal 81 UU nomor 18 Tahun 2017 tentang perlindungan Pekerja Migran Indonesia dengan ancaman maximal 10 tahun dan denda 15 milliar. (tim liputan)

Editor : Heri K

Komentar Anda

Berita Terkini