-->

BREAKING NEWS

KEBAKARAN MELANDDUA LOKASI DI KUBU RAYA 2 RUMAH DI JL ADI SUCIPTO KEC SUNGAI RAYA DAN DI PARIT GADO KEC SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA, WARGA DIHEBOHKAN DENGAN TEMUAN SESEORANG DITEMUKAN DALAM KEADAAN MENINGGAL DI KAWASAN PARIT BESAR PONTIANAK, HINGGA KINI BELUM DIKETAHUI SIAPA DAN MENINGGAL KARENA APA, BELUM ADA KETERANGAN MENGENAI TEMUAN MAYAT ITU, RUDI HARTONO PEMUDA ASAL KABUPATEN BERHASIL RAIH JUARA II PEMUDA PELOPOR TINGKAT NASIONAL MEMBAWA NAMA KABUPATEN KUBU RAYA DAN PROVINSI KALIMANTAN BARAT, PERINGATI HARI SANTRI MWC NU KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG LAKUKAN RAPAT KERJA UNTUK MEMFOKUSKAN KINERJA PENGURUS RANTING YANG BARU SAJA DILANTIK, RAPAT KERJA MWCNU KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG INI DIHADIRI KETU PCNU KAB KUBU RAYA, KH ABDUSSALAM, M.Si, PASANG IKLAN ANDA DI SINI, HARGA DAN KWALITAS IKLAN TERJAMIN SILAHKAN HUBUNGI KAMI DI EMAIL : REDAKSIKALBARNEWS@GMAIL.COM ATAU DI WHATSHAP : 085750113979 - 085245460919

Rumah Budaya Jawa Mbah Kasan Gendon dikunjungi Turis berbagai Negara

Redaksi author photo
Puluhan Turis dari berbagai Negara kunjungi Rumah Khasan Gendon

Kubu Raya (Kalbar News) - Puluhan turis mengunjungi Rumah Budaya Jawa yang lebih di kenal Sebagai Rumah Besar Mbah Khasan Gendon, Dusun Wonosari Desa Tembang Kacang Kec Sui Raya, beberapa waktu yang lalu.

Kedatangan mereka dalam rangka melihat situs sejarah dan kebudayaan Jawa  yang ada di sana.

Turis yang datang berasal dari 16 negara yaitu dari Canada, Russia, Tiongkok , Maroko, MoC, Spain, Thailand, vietnam , Malaysia, Egypt, Turkey, Iraq, Czech Republik, India, Bangladesh dan Tanzania.

Kedatangan mereka disambut dengan sangat baik oleh masyarakat desa Tebang Kacang, masyarakat menampilkan kesenian silat Mbah Kasan Gendon, musik Gamelan serta wayang kulit yang masih di lestarikan dengan baik oleh masyarakat Dusun Wonosari, Desa Tebang Kacang.

Tidak hanya itu, tamu warga negara asing ini di suguhi makanan – makanan yang di bungkus daun pisang, buah rambutan asli Desa Tebang Kacang serta di ajak mencoba alat musik gamelan dan wayang kulit.

Para turis ini merupakan anggota AIESEC (Association For The International Exchange Of Students In Economics And Commerce) organisasi internasional di bidang pemberdayaan pemuda sebagai relawan untuk proyek-proyek sosial.

Vice President of Incoming Global Volunter AIESEC Untan, Chandra Kurniawan, yang membawa rombongan turis ini mengatakan bahwa mereka ke desa Tebang Kacang untuk mengenalkan budaya, sejarah dan hasil pertanian yang ada sudah lumayan dikenal.

“ Jadi kita (AIESEC Untan)  bekerja sama dengan Fakultas Pertanian Untan membawa mereka untuk membantu mereka dalam mengerjakan proyeknya di bidang lingkungan lingkungan, pariwisata (Tourism), Sosiopreneur dan Pendidikan”, tuturnya.

Chandra Kurniawan mengutarakan desa tebang kacang tujuan yang tepat untuk membantu para turis membuat proyek atau rencana pekerjaan di bidang sosial.

Salah seorang turis dari Spanyol yang belajar di Universitas Barcelona mengatakan dirinya sangat kagum  dengan kebudayaan Indonesia yaitu budaya jawa yang di tampilkan oleh warga Desa Tebang Kacang di Rumah Besar Mbah Kasan Gendon.

“This is Very fantastic, they perform Culture of Indonesia, I recomend All poeple to come and see culture of this Village” ujarnya.

Sementara itu, Salah seorang turis dari Maroko yang belajar di Universitas francis, Salma, mengatakan bahwa ini baru pertama kali dirinya merasakan hal yang mengesankan karena masyarakat di desa Tebang Kacang memperlakukan dirinya seperti berada tempat seperti rumah kedua bagi mereka.

“ It’s Awesome like we feel like home because this poeple is very well welcome, they are so kind si nice so excited to have between them, I’ve never experienced something like this before, pungkasnya. (tim liputan)

Editor : Heri K

Komentar Anda

Berita Terkini