Viral Driver Maxim Diduga Diintimidasi di Pelabuhan Rasau Jaya, Sujiwo: Zero Preman!

Editor: Redaksi author photo

KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) — Video yang memperlihatkan perselisihan antara pengemudi Maxim dan seseorang di kawasan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, kembali memunculkan sorotan terkait aktivitas penjemputan penumpang di kawasan Pelabuhan Rasau Jaya.


Bupati Kubu Raya Sujiwo menanggapi tegas video yang beredar tersebut. Ia menyebut, jika benar terdapat indikasi pengancaman terhadap pengemudi, persoalan tersebut tidak boleh dibiarkan dan harus ditindaklanjuti aparat penegak hukum.


Sujiwo mengaku telah meminta Kapolsek dan Camat Rasau Jaya segera menyikapi persoalan tersebut. Menurutnya, tindakan intimidasi maupun ancaman tidak dapat dibenarkan, terlebih kawasan pelabuhan merupakan fasilitas yang harus memberikan rasa aman kepada masyarakat.


“Kalau masih ada hal-hal yang dilakukan seperti itu, apalagi sudah ada indikasi pengancaman, saya minta kepada Kapolres untuk bisa menindaklanjuti,” tegas Sujiwo saat ditanya terkait Viralnya video tersebut, Selasa (29/9/2026).


Ia menegaskan, dirinya tidak ingin kawasan Pelabuhan Rasau Jaya berkembang menjadi tempat yang identik dengan aksi premanisme.


“Saya ingin katakan, di Pelabuhan Rasau Jaya harus zero dari preman,” ujarnya.


Sujiwo mengatakan, persoalan tersebut juga tidak boleh diselesaikan dengan cara-cara arogan. Apalagi, berdasarkan informasi yang diterimanya, pengemudi Maxim tersebut disebut hendak menjemput keluarganya.


“Kalaupun tidak jemput keluarga, tidak boleh seperti itu,” katanya.


Menurut Sujiwo, negara Indonesia merupakan negara hukum. Karena itu, setiap persoalan yang muncul di masyarakat harus diselesaikan melalui mekanisme hukum dan tidak boleh dilakukan dengan tindakan sepihak.


Ia bahkan mengaku telah meminta perangkat terkait dari Dinas Perhubungan untuk menindaklanjuti persoalan tersebut. Koordinasi dengan pihak kepolisian juga telah dilakukan sejak pagi.


Sujiwo kembali mengingatkan semua pihak agar tidak menggunakan cara-cara yang dapat memicu konflik di kawasan pelabuhan.


“Rezeki itu sudah ditakar dan tidak akan tertukar,” ucapnya.


Sebelumnya, polemik aktivitas penjemputan penumpang di Pelabuhan Rasau Jaya juga telah menjadi perhatian pemerintah daerah. Sujiwo meminta agar kepentingan warga lokal tetap diperhatikan, tetapi dilakukan secara bijak dan tidak dengan membatasi pengemudi dari luar secara sepihak.


Ia berharap persoalan tersebut segera ditangani sehingga tidak menjadi preseden dan tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.


“Jangan sampai nanti menjadi acuan, seenaknya akhirnya tidak kondusif. Maka mesti kita lakukan langkah-langkah penegakan hukum,” tegas Sujiwo.


Sujiwo juga meminta Kapolres Kubu Raya, Kapolsek, dan unsur pemerintah kecamatan memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut demi menjaga keamanan serta ketertiban di kawasan Pelabuhan Rasau Jaya. (Tim Liputan).


Editor : Heri

Share:
Komentar

Berita Terkini