Upaya Atasi Krisis Air Rumah Sakit, Perumda Tirta Khatulistiwa dan Untan Berkolaborasi Gunakan Teknologi Reverse Osmosis

Editor: leoian790@gmail.com author photo



KALBARNEWS.CO.ID PONTIANAK — Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa bersama Universitas Tanjungpura (Untan) menyepakati kerja sama strategis untuk menangani krisis air tawar akibat fenomena intrusi air laut yang melanda Kota Pontianak. Kolaborasi ini difokuskan untuk mengamankan pasokan air bersih berstandar khusus bagi rumah sakit, terutama yang melayani fasilitas cuci darah (hemodialisis).

​Direktur Pelayanan Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa, Muhammad Zulhiyardi, menjelaskan bahwa tingginya kadar garam pada sumber air baku saat ini telah memasuki kriteria darurat. Pasokan air baku terinfiltrasi air laut hingga mencapai kadar garam 5.000 mg/L, jauh dari ambang batas aman untuk tindakan medis cuci darah yang mensyaratkan kadar garam di bawah 300 mg/L.

​"Stok air tawar Kota Pontianak sudah sangat minim karena air baku yang diolah saat ini berkadar garam tinggi dan tidak memenuhi syarat hemodialisis. Kolaborasi ini sangat mendesak dilakukan untuk mengatasi kondisi force majeure yang terjadi saat ini," ujar Zulhiyardi.

​Sebagai solusi mendesak, Untan menyiagakan alat pengolahan berbasis teknologi Reverse Osmosis (RO) destilasi hasil riset Program Studi Teknik Kelautan dan Teknik Lingkungan. Teknologi desalinasi ini dirancang khusus untuk menurunkan kadar garam tinggi dari air salin menjadi air tawar yang layak digunakan untuk kebutuhan medis.

​Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Untan, Prof. Dr. rer. nat. Ir. R. M. Rustamaji, M.T., IPU., menyampaikan bahwa fenomena kemarau berkepanjangan dan dampak El Nino membuat pengolahan konvensional tidak mampu menyaring kandungan salin, meskipun sedimen dan kejernihannya bisa diolah.

​"Untuk kebutuhan hemodialisis dibutuhkan air dengan kadar garam rendah, di bawah 500 mg/L. Untan siap hadir sebagai problem solver bagi masyarakat. Rancang bangun alat Reverse Osmosis kami sudah siap dan tinggal dimobilisasi ke pihak Perumda," jelas Prof. Rustamaji.

​Pengoperasian serta mobilisasi unit RO ini akan dikawal langsung oleh tim teknis di bawah pimpinan Ketua Jurusan Teknik Kelautan Untan, Dr. Eng. Ir. M. Meddy Danial.ST. MT. IPM.. Penerapan teknologi desalinasi ini diharapkan dapat segera beroperasi untuk menjaga keberlangsungan layanan kesehatan vital di rumah sakit se-Kota Pontianak selama masa krisis air berlangsung.

Share:
Komentar

Berita Terkini