KALBARNEWS.CO.ID PONTIANAK — Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa bersama Universitas Tanjungpura (Untan) menyepakati kerja sama strategis untuk menangani krisis air tawar akibat fenomena intrusi air laut yang melanda Kota Pontianak. Kolaborasi ini difokuskan untuk mengamankan pasokan air bersih berstandar khusus bagi rumah sakit, terutama yang melayani fasilitas cuci darah (hemodialisis).
Direktur
Pelayanan Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa, Muhammad Zulhiyardi,
menjelaskan bahwa tingginya kadar garam pada sumber air baku saat ini telah
memasuki kriteria darurat. Pasokan air baku terinfiltrasi air laut hingga
mencapai kadar garam 5.000 mg/L, jauh dari ambang batas aman untuk tindakan
medis cuci darah yang mensyaratkan kadar garam di bawah 300 mg/L.
"Stok air
tawar Kota Pontianak sudah sangat minim karena air baku yang diolah saat ini
berkadar garam tinggi dan tidak memenuhi syarat hemodialisis. Kolaborasi ini
sangat mendesak dilakukan untuk mengatasi kondisi force majeure yang terjadi
saat ini," ujar Zulhiyardi.
Sebagai solusi
mendesak, Untan menyiagakan alat pengolahan berbasis teknologi Reverse Osmosis
(RO) destilasi hasil riset Program Studi Teknik Kelautan dan Teknik Lingkungan.
Teknologi desalinasi ini dirancang khusus untuk menurunkan kadar garam tinggi
dari air salin menjadi air tawar yang layak digunakan untuk kebutuhan medis.
Wakil Rektor IV
Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Untan, Prof. Dr. rer. nat.
Ir. R. M. Rustamaji, M.T., IPU., menyampaikan bahwa fenomena kemarau
berkepanjangan dan dampak El Nino membuat pengolahan konvensional tidak mampu
menyaring kandungan salin, meskipun sedimen dan kejernihannya bisa diolah.
"Untuk
kebutuhan hemodialisis dibutuhkan air dengan kadar garam rendah, di bawah 500
mg/L. Untan siap hadir sebagai problem solver bagi masyarakat. Rancang bangun
alat Reverse Osmosis kami sudah siap dan tinggal dimobilisasi ke pihak
Perumda," jelas Prof. Rustamaji.
Pengoperasian
serta mobilisasi unit RO ini akan dikawal langsung oleh tim teknis di bawah
pimpinan Ketua Jurusan Teknik Kelautan Untan, Dr. Eng. Ir. M. Meddy Danial.ST. MT. IPM.. Penerapan
teknologi desalinasi ini diharapkan dapat segera beroperasi untuk menjaga
keberlangsungan layanan kesehatan vital di rumah sakit se-Kota Pontianak selama
masa krisis air berlangsung.
